Anak-Anak adalah Manusia, Bukan Ikan atau Burung (2)

Clker-Free-Vector-Images / Pixabay

Kemampuan lain yang dapat dibentuk oleh ilmu pengetahuan dasar adalah berpikir analitis atau terbiasa menganalisis. Makna analisis di dalam KBBI merujuk kepada kegiatan penyelidikan terhadap suatu peristiwa, karangan, perbuatan, dan sebagainya, untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, baik sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya; atau dalam makna yang lain, merupakan proses pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya. Intinya, kegiatan menganalisis akan menguatkan kemampuan sebelumnya, yaitu berpikir kritis. Semuanya akan membentuk pribadi yang senantiasa berhati-hati, tidak serampangan, baik dalam berpikir, berbicara, maupun bertindak.

Kegiatan menganalisis akan sangat sering dijumpai dalam pelajaran sains, baik biologi, kimia, maupun fisika. Percobaan-percobaan yang telah dilakukan oleh para ilmuwan di masa lalu menjadi sebuah contoh, bagaimana kegiatan menganalisis telah menghasilkan berbagai penemuan yang menjadi solusi untuk mengatasi  persoalan manusia. Penemuan roda, pesawat terbang, mesin,  serat optik,  unsur-unsur kimia, cara kerja anggota tubuh, dan lain sebagainya lahir dari kegiatan menganalisis. Ketika kebiasaan menganalisis secara  ilmiah sangat sering dilakukan, hal itu akan menjadi modal untuk menerapkannya dalam konteks yang lebih luas.

Di era berkembangnya media sosial seperti sekarang ini, kemampuan menganalisis menjadi sangat penting. Beragam informasi disajikan di timeline kita. Apakah kita harus menerima begitu saja semua informasi itu tanpa melakukan pemeriksaan? Tentu saja tidak. Saya yakin, semua orang juga tahu akan hal itu. Akan tetapi, kurangnya kebiasaan menganalisis membuat kita cenderung   sulit untuk menahan diri alias gampang bereaksi,  kurang rasional, dan mudah  terbawa perasaan. Jika hal itu terjadi kepada anak-anak kita, saya kira bahayanya akan berlipat. Mengapa demikian? Karena mereka masih berada pada tahap sangat ingin tahu. Akibatnya, apapun yang disajikan bisa dilahap tanpa berpikir.

Berlandaskan asumsi tersebut, saya meyakini bahwa pembelajaran sains, baik teori maupun praktik akan menjadi salah satu bekal yang baik bagi anak untuk belajar menjadi seseorang yang analitis sebelum bertindak.

BERSAMBUNG…..