Belajar Tentang Hama Tanaman

Buku Pengendalian Hama dan Penyakit secara Organik

Buku Pengendalian Hama dan Penyakit secara Organik

Musim penghujan sudah beberapa minggu berlangsung. Masa bertanam pun kembali dimulai. Saya tertarik membaca ulang sebuah buku tentang pengendalian hama secara organik terbitan Kanisius.

Salah satu kebiasaan saya adalah mengeraskan atau membahas bagian-bagian yang menarik dari buku yang saya baca. Luqman mendengarkan. Awalnya sambil lalu saja, tapi kemudian rasa ingin tahunya muncul saat saya bercerita bahwa jagung yang sudah ditanamnya, mungkin saja akan didatangi hama. Setiap hama tidak selalu harus dibunuh dengan obat-obatan, tapi didatangkan pada tanaman itu hewan lain yang menjadi pemangsa hama tersebut.

Wah, langsung dia minta dibacakan, apa saja hama yang mungkin menyerang jagung dan apa hewan predatornya. Karena saya capek membacakan, dia minta buku yang saya pegang dan membacanya sendiri dengan antusias.

Siapa sangka, buku bacaan mahasiswa jurusan Hama & Penyakit Tanaman diminati anak kecil usia 8 tahun.  Hal itu membuat saya makin percaya, tugas orang tua/guru itu adalah membangkitkan minat anak untuk belajar. Ketika minat itu sudah tumbuh, ia akan belajar sendiri apa yang ingin ia ketahui, walaupun buku sumbernya tidak menarik dan tidak berwarna.

Belajar dari pengalaman itu, saya juga menyimpulkan sementara ini, salah satu pemicu minat adalah: AMBak (Apa Manfaatnya Bagiku). Maka masuklah melalui jalur itu untuk membahas sebuah topik dengan anak-anak.  🙂