Hikmah dari Seorang Petani

Kakak sepupu bapa saya seorang petani. Saat ketemu, beliau cerita, “Uwak mah subuh-subuh tos beres masak. Jam 7 tos aya di sawah atau di kebon. Sami we jiga orang ngantor. Ngan uwak mah teu dugi ka sore. Jam 12-an tos hanjat, mulang.” Terjemahan: “Uwak tuh, subuh udah beres memasak dan sarapan. Jam 7 sudah ada […]

Read More →
Next (Bukan Skip) Challenge

Suatu hari, Si Kakak lapor, “Mah, beras udah mau habis.” Karena sudah setengah enam sore, saya bergegas ngambil dompet, mau ke warung. Takut warungnya keburu tutup. Baru saja saya pakai sandal, Si Ade, nanya, “Mama mau ke mana?”   “Ke warung. Beli beras.” “Ade aja yang beli. Berapa kilo?” “Mmm, ade bisa gitu? Bawa beras […]

Read More →
Mengajak Anak untuk Magang

Sewaktu muda, Mama saya biasa menerima pekerjaan menjahit baju. Saya dan sepupu jadi asisten ciliknya. Mama suka ngasih kesempatan kepada kami untuk mencoba mengerjakan beberapa bagian pekerjaan, dari mulai mengesom, mengobras, memasang kancing, mengelim, atau menyambungkan bagian lengan, krah, dll. Gara-gara “magang” tak resmi itu, lama-lama saya bisa menjahit walau hanya level dasar, padahal nggak […]

Read More →
Kanebo Pengingat Hati

Sabtu malam, 21 Januari 2017, gerimis mulai turun menyirami kota Bandung. Saat kami tiba di lampu merah Jl. Riau-Ahmad Yani, seorang bapak dengan kanebo di tangan tiba-tiba mendekat lalu bersiap membersihkan kaca depan mobil tua kami. Tapi sebelum ia sempat mengelapkan kanebonya, suami saya memberikan beberapa keping uang receh kepadanya. Sesudah itu, saya pikir semua […]

Read More →
busurnangka
Membuat Busur dari Dahan Nangka

Kemarin kami memangkas pohon nangka. Karakter batang nangka yang liat dan kebetulan lurus, rupanya memunculkan ide di pikiran Si bujang. Ia minta izin untuk menjadikannya bahan pembuat busur. Soalnya, selama ini, kalau berlatih panahan, ia masih pakai busur pinjaman, sementara jika beli, harus menabung dulu. Entah akan sampai tahap mana jadinya. Yang pasti, denting suara […]

Read More →
Memanah

Setelah libur hampir 2 minggu, anak-anak kembali berlatih memanah. Saat menonton mereka di ruang latihan, sedikit demi sedikit jadi mengerti, mengapa olah raga ini dianjurkan Nabi saw. Seperti mudah, namun ternyata butuh konsentrasi seluruh indera.

Read More →
error: Content is protected !!