Mengolah Kertas Bekas Menjadi Barang Berguna

Mengolah kertas bekas menjadi barang yang berguna. Ide tersebut sudah lama bersemi. Makin berkembang setelah membeli buku kreativitas berikut ini dan ikut acara ibu PKK RW.

Setelah saya search di google, ternyata sudah banyak yang mengaplikasikan ide Pak Rubiyar ini. Bahkan tak sedikit yang bisa menjadi lahan pekerjaan, membangkitkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya bisa dilihat di sini www.suaramedia.com.



Kami di rumah juga telah mencoba menggabungkan inspirasi dari buku Kreasi Kertas Koran ini dengan kreativitas kami sendiri. Mau melihat hasilnya? Ini dia:

Teknik dasarnya adalah melipat kertas bekas (baik HVS ataupun koran) menjadi lipatan memanjang sehingga mirip dengan irisan bambu tipis yang biasa dipakai sebagai bahan baku anyaman, melinting koran sehingga menyerupai tali tambang, membuat kepangan seperti kepangan rambut (bisa dengan 3 helai atau 4 helai kertas yang sudah digunting seperti pita lebar).

Bahan pendukung selain kertas bekas sangatlah sederhana. Hanya berupa lem putih FOX (supaya lebih kuat), lem tembak (glue gun), dan pewarna makanan atau pelitur berbahan campuran air. Alatnya cukup gunting dan kuas.

Banyak benda bisa dibuat dari bahan kertas bekas ini. Secara bertahap insha Allah saya share di blog ini untuk bahan membuat prakarya bersama anak-anak. ATAU silakan beli buku Pak Rubiyar. Kreativitas lainnya akan mengalir dengan sendirinya. ^_^

2 thoughts on “Mengolah Kertas Bekas Menjadi Barang Berguna

  1. Lita Uditomo

    bener2 keren, mbak Maya !

    sebenernya saya juga sudah lama punya buku itu, tapi ngga sempet2 nyoba, sampai akhirnya saya kasih ke adik2 pramuka untuk dicoba..:)

    Reply
  2. Maya A. Pujiati

    Mbak Lita, saya juga suka banget dengan ide merajut kantong kreseknya. Sangat inovatif. Sudah pernah saya cobain teknik yang Mbak tulis itu, tapi dasarnya saya kurang mahir merajut, jadinya belum berhasil ๐Ÿ™‚

    Dan tentang menghidupkan kembali pramuka… luar biasa! Salut banget. Jadi kepingin juga nih mengenalkan pramuka ke anak-anak saya.

    Kapan-kapan mau tanya-tanya ya, Mbak ๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *