Mengapa Orang Lebih Senang Menanam Tanaman Hias daripada Tanaman Herbal atau Sayuran?

Kalau saya perhatikan, di sepanjang jalan di komplek tempat saya tinggal, hampir semua rumah menghiasi halaman depannya dengan tanaman hias. Euphorbia, aneka sansevieria, dan tanaman berdaun lebar seperti kuping gajah adalah jenis-jenis tanaman hias yang mendominasi hampir setiap halaman rumah.

Memang, hal itu cukup memberi arti untuk membuat pekarangan depan terlihat lebih asri, namun saya sendiri berpendapat, jika hanya tanaman yang berfungsi sebagai hiasan saja yang kita tanam di halaman rumah kita, sayang sekali ya… Terlebih jika kita hanya memiliki halaman sempit, saya pikir akan jauh lebih berguna jika tanaman yang kita tanam juga berupa jenis yang bisa dikonsumsi atau digunakan sebagai obat-obatan alami.

Selain tanaman hias, sirih, kunyit, kencur, melati, cabai keriting, tomat, cabe rawit, jahe, atau sayur-sayuran seperti bayam dan kangkung, rasanya tak kalah indahnya berada di teras rumah kita jika tanaman-tanaman tersebut ditata dan dirawat dengan baik. Entahlah, saya sendiri sedikit kurang mengerti, mengapa kebanyakan orang lebih suka menanam tanaman hias daripada tumbuhan obat atau sayur-sayuran? Mungkin ada yang bisa menjawabnya?

2 thoughts on “Mengapa Orang Lebih Senang Menanam Tanaman Hias daripada Tanaman Herbal atau Sayuran?

  1. Areep

    yup.. biasa lah di masyarakat kita lebih termakan gengsi daripada manfaat. kalo dipikir azaz manfaat, bisa kita bandingkan dengan contoh, harga 1 tanaman hias bisa dikatakan hampir 300 rb mereka sanggup tapi untuk tanaman yang ndak terlalu dikenal tapi punya manfaat lebih baik seperti zodia yang notabene bisa mengusir nyamuk dalam radius 2 meter ndak digubris sama mereka, memang sih ndak setenar tanaman hias tapi manfaat lebih besar.

    Reply
  2. zaenab

    Tanaman hias lebih umum dan mudah didapat, terutama dipenjual2 tanaman yg pernah sy amati, mgkn krn itulah orang cenderung memilihnya sbg penghias halaman rumah..

    Selain itu, kurangnya ilmu tentang tanaman sayuran (termasuk saya 🙂 ), pd awalnya sy menganggap menanam sayuran lebih sulit, memerlukan perawatan kondisi khusus agar bisa tumbuh dgn baik 🙂

    Dan mungkin jg, menganggap tanaman sayuran hanya bertahan beberapa bulan saja, kemudian harus diganti dgn tanaman yg baru, sehingga harus menumbuhkan benih baru lg # faktor malas 🙂 #

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *