Mengenalkan Software Open Source Pada Anak

Banyak orang tidak menyadari, software program yang populer digunakan masyarakat pengguna komputer saat ini adalah software bajakan. Hal itu bukan semata salah konsumen, tapi karena harga asli lisensinya memang menguras kantong dan bahkan tidak akan terjangkau oleh mayoritas masyarakat kita yang berpenghasilan di bawah rata-rata. Secara spontan saja, bahkan para penjual komputer pun menginstallkan program berlisensi “gelap” ini, karena yakin, konsumen akan berat jika membeli aslinya.

Akan tetapi, beruntung ada orang-orang yang mau berbaik hati membuat tandingannya yang sama sekali tak berbayar, itulah yang dikenal dengan software opensource. Program itu bisa diunduh gratis dan dikembangkan/disempurnakan lagi kalau kita pandai ilmu pemrograman. Beberapa sistem operasi gratis itu terkumpul dalam sebuah brand besar bernama LINUX. Beberapa turunan linux di antaranya: mandriva, ubuntu, dan fedora.

Saya sendiri termasuk pengguna baru di ranah software opensource. Niat utama saya adalah melatih saya dan anak-anak untuk akrab dengan program yang free royalty (baca: tidak membajak). Alhamdulillah, sedikit demi sedikit mereka mulai terbiasa walau awalnya mengeluh nggak nyaman. Saya memakai ubuntu versi terbaru. Program opensource lainnya, termasuk permainan edukasi juga bisa diakses dengan gratis dengan menginstallnya secara manual di ubuntu software centre.



Program edukasi yang bisa diakses dengan menggunakan ubuntu diantaranya: Tux Math, GeoGebra, KGeography, dan banyak lagi. Program grafisnya diwakili oleh GIMP yang setara dengan Photoshop, Inkscape (setara dengan corel), Scribus (setara dengan PageMaker atau Adobe InDesign), Blender (animasi 3D).

Meski belum semua komputer di rumah kami bebas dari software “gelap”, mudah-mudahan langkah awal ini berlanjut konsisten dan berdampak positif. Memakai sesuatu yang benar-benar berizin, tentunya jauh lebih melegakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *