Menghafal Al Quran dengan Irama

Irama sebagai cantolan memori sudah banyak dibuktikan efektivitasnya di banyak bidang pembelajaran. Sebuah pengalaman seorang teman kami juga membuktikan hal tersebut ketika ia menerapkannya pada kegiatan menghafal Al Quran. Dibandingkan dengan menghafal biasa, dengan irama ternyata jauh lebih efektif dan tahan lama.

Cara yang paling mudah untuk memperoleh contoh irama adalah dengan menyimak bacaan Al Quran dari qari yang suaranya indah dan makhrajnya sudah benar. Dengan demikian, terutama anak-anak, sudah sejak awal mengenal cara membaca yang benar dalam proses menghafal. Iramanya sendiri menjadi media mengingat posisi ayat.

Berikut ini contoh penggalan irama yang kami pakai dalam menghafal surat Al-Baqarah (2), qori: Musyari Alafasy: Al Baqarah 140-143



Tahapan menghafal adalah sebagai berikut:
1. Mendengarkan qari sambil membaca teks Al Quran (jika anak sudah bisa membaca). Kalau anak-anak belum lancar membaca, bisa juga tanpa melihat teks.
2. Jumlah ayat bisa dimulai dengan 1-5 ayat terlebih dulu, tergantung panjang atau pendeknya ayat.
3. Sebaiknya, selain membaca ayatnya anak-anak sekalian juga membaca artinya, sehingga proses menghafal juga sekaligus bersamaan dengan proses memahami.
4. Supaya lebih sempurna, tentu saja bisa ditunjang dengan kajian tafsir oleh guru yang kompeten.
5. Diulang setiap hari walaupun sebentar.

Setiap anak pasti berproses sesuai kecepatan masing-masing. Jangan paksakan, tapi tumbuhkan motivasinya perlahan-lahan, sehingga mereka tidak hanya mau menghafal tapi juga jadi merasa akrab dan dekat dengan Al Quran. Insya Allah. Itulah target utama kegiatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *